Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2013

Dampak kenaikan BBM bagi anak kostan

Diposting oleh my blog di 03.59 0 komentar

Dampak kenaikan BBM bagi anak kostan

Baru – baru ini pemerintah telah menaikkan harga BBM, BBM disini maksudnya Bahan Bakar Minyak bukan Blackberry Messenger. Hampir semua kalangan terkena dampak dari kenaikan bbm tersebut, tidak terkecuali anak kostan. Belum lagi harga BBM ini mempengaruhi harga-harga yang lain seperti makanan, ongkos, dll. Jadi itu semua itu lumayan memberikan dampak yang sedikit berbahaya bagi para anak kostan yang belum mendapat tambahan uang bulanan. Beberapa dampak yang sepertinya akan terjadi menurut saya :

Kamis, 20 Juni 2013

Kenapa pilih Akuntansi ?

Diposting oleh my blog di 23.27 4 komentar

Kenapa pilih Akuntansi?

Kenapa saya memilih kuliah di jurusan Akuntansi padahal latar belakang pendidikan saya lebih kepada Ilmu Pengetahuan Alam. Saat saya SMP sebetulnya saya ingin bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan dan mengambil bidang Akuntansi, namun karena terhambat kendala akhirnya saya bersekolah di SMA, pada kelas satu ingin naik kelas dua saat penjurusan saya sempat bingung karena hasil psikotes menunjukan saya bisa masuk IPA maupun IPS. Karena banyak pandangan negatif kalau IPS itu kurang pintar dari anak IPA maka saya lebih memilih IPA. Selama 3 tahun saya belajar IPA saya tidak terlalu menemukan ketertarikan pada bidang IPA, maka setelah lulus saya memutuskan untuk memilih Akuntansi yang memang merupakan cita-cita saya yang terhambat. Dan karena Akuntansi merupakan Ilmu ekonomi yang menurut saya lebih jelas penerapan dalam kehidupannya. Selain itu juga karena akuntansi memiliki beberapa kelebihan seperti dibawah ini : 

download here

Rabu, 29 Mei 2013

Liburan Singkat

Diposting oleh my blog di 09.15 8 komentar


Liburan Singkat 
Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari jum'at hari libur dimana tengah pusing-pusingnya UTS, saya dan teman-teman melepaskan penat sejenak dari hingar bingar UTS, berharap dapat merefresh kembali otak agar siap dalam menghadapi UTS lagi maka kami memutuskan untuk berlibur ke pantai pasir putih Anyer yang berada di daerah banten yang jaraknya tidak terlalu jauh dari jakarta, depok lebih tepatnya tempat kami berkumpul.

Jumat, 03 Mei 2013

Korupsi di Negara-ku

Diposting oleh my blog di 03.33 8 komentar

Korupsi di Negara-ku


Mendengar kata korupsi, sepertinya belakangan ini santer terdengar banyak pejabat negara yang tersangkut masalah korupsi. Mengupas atau membahas tentang korupsi memang tak akan ada habisnya, tapi saya akan sedikit membahas tentang korupsi.
Sebelumnya kita harus tau apa arti dari korupsi itu sendiri. Korupsi merupakan  tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Korupsi merupakan perbuatan melanggar hukum yang merugikan bangsa baik secara moral dan materiil.
Apa hukuman untuk yang melakukan korupsi?
Dasar hukum untuk tindak pidana (perdata) korupsi adalah UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang kemudian diperbarui dengan UU Nomor  20 Tahun 2001. Dalam UU tersebut, diatur berapa hukuman penjara dan denda minimum dan maksimum bagi mereka yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Hukuman tersebut bervariasi mulai dari 1 tahun hingga maksimum 20 tahun penjara, dan bergantung pada pihak yang melakukan tindak pidana korupsi (apakah orang yang menyuap atau yang disuap).

Penegakan hukum terhadap para koruptor masih lemah, terutama yang terkait dengan vonis yang rata-rata ringan, kata Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Prof Dr Edy Suandi Hamid.

Mendengar pernyataan itu, terasa miris bila membandingkan hukum para korupror dan maling ayam yang tidak jauh berbeda masa tahanannya padahal pada kenyataannya para koruptor sangat sangat merugikan negara dengan angka yang cukup fantastis, sedangkan yang maling ayam tidaklah begitu walau memang itu perbuatan yang salah. Inikah yang namanya keadilan hukum di Indonesia? Menurut saya hukum di Indonesia sedang dalam keadaan yang membingungkan, seperti ada tapi tak terlalu tampak keadilan dari hukum itu sendiri.

Menegakkan hukum untuk para korupsi memanglah bukan sesuatu yang mudah.
Adanya KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) merupakan salah satu cara untuk mengurangi korupsi di Indonesia. Walau sudah berusaha keras memberantas korupsi, tapi tak banyak yang terbukti korupsi. Yah, yang namanya pelaku korupsi, untuk menutupi aksi tersebut, suap tentunya diberikan dengan diam-diam, bisa secara tunai atau melalui transfer bank atas nama lain dan di lain negara. Pada akhirnya ketika tidak ada bukti fisik yang bisa diajukan di pengadilan, hakim akan memutuskan sesuai dasar hukum yang pasti (tidak ada bukti = tidak ada kejahatan).
Hukum itu tidak tidak bercela, ada banyak celah yang mungkin bisa digunakan para koruptor untuk lolos. Para koruptor juga punya banyak cara untuk membersihkan dirinya dari tuduhan korupsi. Di rentang waktu hukuman minimum dan maksimum pun terdapat interpretasi yang berbeda-beda mengenai ‘seberapa berat’ korupsi yang dilakukan seseorang. Apakah berdasar jumlah uang yang dia korupsi, berapa lama dia korupsi, berapa orang yang terlibat, dan sebagainya. Semuanya tak terlalu menjelaskan.

Minggu, 27 Januari 2013

Pertemuan singkat

Diposting oleh my blog di 09.38 8 komentar

Pertemuan Singkat

Pertemuan awal kita memang hanyalah sebuah pertemuan biasa yang sederhana, dimana aku tak sengaja bertemu kamu yang juga teman dari temanku. Hari yang biasa kujalani memang seperti itu bermain bersama teman-teman. Aku hanya melihatmu sekilas sebagai orang asing yang baru kulihat.bermain bersama, tertawa, dan bersenda gurau bersama kami. Hal yang sangat sederhana. Tapi aku tak perduli cara yang sederhana itu, karena aku merasakan hal yang tidak sederhana saat kamu mengantarku pulang. Banyak kelakuanmu yang aneh yang kutafsirkan sebagai salah tingkah. Entah hanya perasaan ku saja, atau memang begitu adanya. Entahlahh.. Beberapa hari setelah itu kudengar kabar kalau kamu pulang kerumahmu, sedikit kecewa karena tak bisa bertemu denganmu kembali. Beberapa minggu setelah kepulanganmu, aku terkejut dengan sebuah pesan singkat yang berasal darimu. Seperti mendapat durian runtuh rasanya.
Kedekatan kita berawal dari situ, kamu selalu mencerahkan hariku, menghiasi senyumku, dan terkadang membuatku tersenyum sendiri saat membaca pesan singkatmu. Kau memberikan warna baru dalam hidupku yang saat itu sedang hampa.  Tak tahu mengapa hari-hariku terasa bahagia, walau hanya kau isi dengan pesan-pesan singkatmu dan suara mu itu, semakin penasaran dengan akhir cerita ini aku dan kamu pun merencanakan pertemuan kembali. Memang sulit sekali menghadirkan pertemuan antara kita, walau akhirnya ada suatu hari dimana kita dapat kembali bertemu. Selama beberapa hari kita habiskan waktu bersama-sama. Hari itu juga kita gunakan untuk mengungkapkan perasaan masing-masing dan dihari itu pula aku dan kamu telah menjadi kita, sebut sajalah berpacaran. Disampingmu merupakan hal ternyaman yang kurasakan hari itu. Sampai akhirnya hari itu berakhir dan kita kembali kerumah masing-masing. Hari-hariku selanjutnya kembali diisi dengan pesan singkat dan suara mu melalui telepon karena hubungan kita yang bermasalah dengan jarak.
Beberapa bulan kedepan semuanya masih terasa indah, hingga sampai lah kita pada titik kejenuhan karena sudah lama tak bertemu ditambah dengan kesibukanmu sekarang, sehingga aku terabaikan, dengan sekuat hati mencoba mengerti dan bertahan karena aku ingin hubungan kita baik-baik saja. Semakin hari semakin terlihat kalau hanya aku yang memperjuangkan hubungan kita sendiri. Lelah sekali rasanya hati dan aku memutuskan untuk meminta kejelasan padamu. Tahukah apa yang kamu katakan? Kamu menyerah. Sebegitu lemahkah dirimu? Aku tak habis pikir kamu menyerah karena keadaan, waktu dan jarak, tidaklah kamu melihat diluar sana banyak yang bertahan dan berhasil dengan situasi seperti ini. Mungkin pikiranmu yang terlalu pendek, atau aku yang terlalu tak ingin hubungan ini hancur.
Tapi tenang kamu tak perlu merasa bersalah atau apapun, karena aku menyadari dimana ada pertemuan disitu juga ada perpisahan. Walau pertemuan kita terjalin singkat tapi setidaknya itu telah membuat ku bahagia. Dan aku pun sadar tak ada kisah cinta yang bisa terhindar dari airmata dan luka dihati.

Sabtu, 26 Januari 2013

Kenangan

Diposting oleh my blog di 09.21 0 komentar

Kenangan

Teringat akan..
Sebuah kisah yang telah habis masanya
Memang masih menyimpan kenangan
Kenangan yang seharusnya kulupakan
Tapi, sayangnya tak bisa kulakukan
Karena kembali pada hakikatnya
Kenangan ada untuk dikenang bukan untuk dilupakan.

Melihatmu telah bersama dengan yang lain
Membuat hati ini teriris, terluka, dan merintih kesakitan.
Walau memang ku tak berhak lagi
Tapi rasa cemburu itu ada.
Rasa iri itu ada..
Saat yang kau genggam itu adalah tangannya
Saat yang kau belai itu adalah rambutnya
Saat yang kau kecup itu adalah keningnya

Aku disini begitu berharap itu semua kau lakukan padaku.
Aku disini begitu ingin jadi dirinya
Karena dia adalah apa yang selalu kau inginkan
Sedangkan aku disini hanya bisa miris meratapi kesedihanku,
Menikmati kesakitanku yang tak kunjung hilang.
Hanya dalam diam aku dapat menyimpan duka ku ini.
Hanya dalam tangis  aku dapat menghapus luka ku ini.
Berharap semua ini akan segera berakhir
Karena semua tinggal cerita
Dan semua tinggal kenangan :''

Puisi "KELAM"

Diposting oleh my blog di 08.39 0 komentar

KELAM

Sunyi, Sepi, Kosong..
Perasaan yang seolah melekat dijiwaku
Perasaan yang terus menghantui di kala gelap malamku
Perasaan yang sepertinya enggan pergi dariku
Perasaan yang secara perlahan membunuh jiwaku
Perasaan yang mulai mematikan rasaku.
Aku tak dapat mengontrolnya
Aku pun tak dapat melawannya
Seberapa usahaku tuk mengenyahkannya
Seakan rasa itu telah menguasai diriku yang lemah ini

Kesepian, kehampaan
Seiring bergantian mendatangi hariku yang kelam
Tanpa ku tahu sebabnya
Ingin sekali rasanya aku lepas dari kegundahan ini
Ingin sekali rasanya menang melawan kesedihan ini
Dan menggantikan semua dengan kebahagiaan
Sehingga hati aku peka akan rasa bahagia
Tapi semakin aku mencoba, aku tak mendapatkannya
Relungku berteriak, Mengapa….
Mungkin memang waktu yang belum berpihak kepadaku
Namun tetap ku yakin semua akan indah pada waktunya… :)

Sabtu, 10 November 2012

Janji bintang jatuh

Diposting oleh my blog di 05.14 0 komentar


Janji bintang jatuh
 

Termenung aku saat membereskan buku-buku lamaku, tak sengaja ku melihat sebuah album buku tahunan SMA yang menyimpan segala kenangan tentang suka-duka masa SMA. Perlahan kubuka lembar per lembar sampai ku terhenti di lembar yang menjelaskan tentang kelasku. Disana banyak terdapat foto-foto saat perpisahan kelas itu terjadi. Angan ku pun langsung melayang saat hari pertama masuk sekolah SMA ku tersebut rasanya baru saja menginjakkan kaki disana dan menjadi seorang siswa baru. Kuteringat pada sesosok teman pria ku, Ryan teman sekaligus sahabat terbaik ku. Sahabat yang selalu ada disaat aku butuhkan, sahabat yang selalu menghibur ku dikala sedih. Sahabat yang menghapus air mataku disaat menangis. Persahabatan kami terjalin sangat akrab, hingga aku merasakan sesuatu yang beda, sesuatu yang lebih dari seorang sahabat, sesuatu yang aku yakini sebagai cinta. Perasaan itu pada awalnya aku abaikan, tapi karena aku selalu bersamanya, tanpa kukehendaki perasaan itu pun semakin menjadi-jadi. Perasaan itu perlahan menyiksaku, “ aku tidak mau jatuh cinta pada sahabatku sendiri “ batinku.
Pernah pada suatu malam aku dan ryan duduk bersama di sebuah taman dekat rumah kami saat awal persahabatan kami dimulai.
“ter makasih ya udah mau jadi sahabat gue” kata ryan padaku.
“iya yan, kita bakal jadi sahabat selamanya” tak sadar ku berucap begitu.
Kami berdua memandang ke langit malam yang dihiasi bintang-bintang. Saat kami terpaku memandang langit, tak lama tampak sebuah cahaya
“ter, liat itu bintang jatuh !” seru ryan sambil menyenggolku.
“hah? Iya itu bintang jatuh, kita make a wish yuk!” langsung memejamkan mata
“ehh tunggu dulu, mau make a wish apa nih?”
“rahasia dong” sambil menjulurkan lidah
“yah, jangan gitu dong. Kita kan liat bintang nya bareng-bareng jadi harus make a wish tentang kita berdua”
“hmm, harus yaa? Yaudah kita buat permohonan kalo kita akan jadi sahabat selamanya”
“oke, be together forever” sambil mengulurkan kelingkingnya tanda ikatan janji dan ku pun meraihnya kelingkingnya sambil mengucap permohonan dalam hati.
Dari situlah perjanjian kita dimulai, bahwa aku dan ryan akan menjadi sahabat selamanya, itulah yang membuat aku tersiksa atas perasaan cinta ini. Karena aku pun tak tahu apakah ryan juga memiliki perasaan yang sama terhadap apa yang aku rasakan. Aku takut perasaanku ini menjadi boomerang dalam persahabatan ini. Maka pada saat kelas XII aku lebih memilih menjauh dari ryan. Karena aku lebih memilih mengurangi rasa cinta ku ini perlahan dibanding kalau aku harus teruss bersama ryan perasaan itu akan semakin kuat. Ryan pun menyadari perubahan sikapku yang membuatnya bingung.
pada suatu siang, ketika pulang sekolah.
“ter balik bareng yuk, trus temenin gue nyari dvd”
“yahh gue ga bisa yan, banyak tugas.”
“bentar doing kali ter, biasanya juga ngerjain tugasnya malem lu!”
“ya, jangan disamain itu kan biasanya. Kalo ini tugasnya luar biasa haha”
“ayolah tereku, sahabatku yang baik hati, tidak sombong dan suka menabung”sambil menarik tanganku.
“yaudah ayoo, tapi jangan lama-lama ya langsung pulang”
Sepulang dari membeli dvd, ryan mengajakku untuk menonton dvd dahulu. Tapi aku menolaknya. Dengan alasan yang sama yaitu ingin mengerjakan tugas sekolah.
“ter temenin gue nonton dulu lah” pinta ryan
“ga ah yan, tadi udah gue temenin beli trus janjinya kan langsung pulang”
“yah ga asik lu sekarang, masa langsung pulang sih”
“gini ya yan, kita tuh udah kelas tiga, kita harus fokus buat ujian kita nanti, dan sepertinya gue bakal jarang main lagi sama lu, jadi mohon pengertian lu aja yaa.”jelasku
“iya gue juga tau ter, tapi ga harus kan kita ngurangin intensitas main kita. Mana janji lu mau jadi sahabat gue selamanya?”
aku hanya bisa tertunduk lesu, dan memilih pulang. Batinku berkata “ini bukan mau gue, gue ga mau menyiksa diri gue terlalu dalam lagi, kalau masih deket-deket sama lu.
Setelah kejadian itu aku pun semakin jauh dengan ryan, sering ryan mengajakku pulang bersama bermain bersama seperti yang kita sering lakukan bersama tapi aku menolaknya. Berbagai cara aku lakukan untuk menjauh dari ryan. Tapi perasaan itu tak semakin berkurang, malah terkadang ada rindu yang terselip di lamunanku. Seberusaha mungkin aku untuk menghilangkan perasaan ini. Semakin kuat pula perasaan ku itu.
Beberapa bulan menjelang ujian, aku ingin fokus terhadap ujian ku, tapi perasaan itu menggangguku karena aku merindukannya, selalu memikirkannya. Sulit mengenyahkan dia dipikiranku. Akhirnya kuputuskan untuk memberitahu tentang perasaan ini padanya agar aku tenang, aku tak perduli dengan tanggapannya, yang terpenting bagiku, aku sudah menyampaikannya. Bagaimana kelanjutan persahabatan kita itu tak terlalu pikirkan, yang aku pikirkan hanya membuat perasaan lega dan bisa melanjutkan untuk fokus terhadap ujianku.
Nyali ku belum terlalu besar untuk mengatakan langsung padanya. Maka kuputuskan untuk membuat surat cinta. Surat dimana kucurahkan semua keluh-kesahku, perasaanku selama ini, dan sebab ku menjauhinya.
Aku tak bermaksud untuk menjauhimu, ini semua bukan mauku. Tapi ada sesuatu hal yang membuat ku berlaku seperti itu. Andai kan kau tahu itu.
Kebersamaan kita yang kita sebut sebagai persahabatan itu belakangan ini telah salah kuartikan, aku sebenarnya takut untuk mengartikan ini semua, tapi inilah yang aku rasakan. Aku merasakan sesuatu hal yang kuanggap lebih dari seorang sahabat. Sesuatu yang kuanggap sebagai cinta. Tak ada niatku untuk mengingkari janji kita, tapi apa dayaku untuk melawan perasaan ku ini. Aku telah berusaha semampuku untuk menghilangkan perasaan ini, namun yang ada perasaan ini semakin kuat kurasakan.
Aku tak berharap banyak terhadap tanggapanmu atas suratku ini. Aku hanya ingin kau tahu apa yang aku rasakan selama ini. Bahwa aku mencintai sosok sahabatku yaitu kamu. Hanya itu selebihnya itu hak mu untuk menanggapinya.
Dear : sahabat yang kuartikan lebih
From : just your friend
Itulah sepucuk surat yang kutitipkan temanku untuk diberikan kepada ryan. Memang sederhana tapi memiliki arti yang dalam.
Beberapa hari setelah kukirim surat itu. Aku mendapati Ryan sedang berada di depan rumahku, aku pun langsung menghampirinya. Dia memintaku untuk naik ke motornya.
“mau kemana kita?” tanyaku pada ryan
“mau gue culik lu!”
“ihh mau ngapain sih? Lu dendam sama gue karena gue jauhin lu?”celotehku
“bawel lu, udah diem aja bentar lgi juga nyampe.”
beberapa menit kemudian
“turun lu!”
“kok ke taman, sebenernya kita mau ngapain sih?”tanyaku bingung
Ryan menarik tanganku menuju pinggir kolam, disitu kami duduk.
“hey, apa kabar?”ryan membuka pembicaraan
“baik kok, lu sendiri apa kabar tiba-tiba dateng dan ngajak gue kesini?”
“hmm, surat dari lu yang menuntun gue ngajak lu kesini.”
“hah? Lu udah baca suratnya?”mukaku memerah malu, takut, semuanya jadi satu.
“gue minta maaf kalau lu ga suka sama isi surat itu, gue cuma mau ngungkapin apa yang gue rasain aja”sambungku sambil menundukkan kepala.
Ryan mengangkat daguku, dan menatap mataku sangat dalam, hinggaku terhanyut dalam tatapannya. Perlahan dia bisikkan “I Love You” ketelingaku. “Kamu ga salah punya perasaan itu, dan aku juga ngerasain hal yang sama, yang kamu rasain selama ini, cuma aku terlalu takut sebagai laki-laki untuk mengungkapkannya karena janji yang kita waktu itu ditempat ini juga. Aku mau kita hapus janji kita itu sama-sama di tempat yang sama pula”
Mendengar itu semua entah berapa persen detak jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya. Perasaan bahagia memenuhi relung hatiku.
bintang malam itu pun menambah keindahan malam itu, terlebih ada bintang jatuh yang jatuh tepat pada hatiku, Ryan si bintang hatiku Disana kita membuat janji baru untuk saling menyayangi satu sama lain.
            Hubungan kita berlanjut sampai saat ku menutup buku tahunan yang berdebu dan menyimpan banyak kenangan itu.

by : Distiana Putri
 

My blog,, Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos