Senin, 28 April 2014

WHY ENGLISH IS IMPORTANT FOR YOUR MAJOR?

Diposting oleh my blog di 07.52
Bahasa merupakan alat komunikasi antar sesama manusia diberbagai belahan bumi. Setiap negara memiliki bahasanya yang berbeda-beda. Indonesia terdiri dari berbagai daerah yang tiap daerahnya memiliki bahasanya sendiri. Untuk menjalin  hubungan antar negara diperlukan satu bahasa pemersatu dan bahasa inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang digunakan saat ini. Bahasa inggris merupakan bahasa paling banyak  digunakan oleh orang asing.
Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. Akuntansi merupakan hal yang fundamental dalam suatu perusahaan. Maka untuk itu akuntansi penting untuk dipelajari dan saya merupakan salah satu mahasiswi jurusan akuntansi di Universitas Gunadarma.
Di dunia yang semakin maju ini, bahasa inggris sangatlah dibutuhkan disegala aspek bisnis dan ekonomi. Begitupun untuk Akuntansi yang merupakan bagian dari ekonomi. Akuntansi  digunakan di berbagai kegiatan usaha/bisnis di seluruh dunia. Bahasa inggris juga banyak digunakan dalam istilah-istilah akuntansi. Terkadang laporan keuangan juga disajikan dalam bahasa inggris tetapi tetap menyertai bahas indonesia sebagai bahasa utama. Setiap perusahaan yang sudah multinasional menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa internasional.
We as an accounting student who will be entering world of work. Besides we must to understand accounting science, we should also have the ability of english whether spoken or written. English is needed in all aspect of economic and bussiness include accounting. English is also international language that most widely used by foreign people. Companies need employees who can speak english to communicate and establish relationships with foreign companies. So we can conclude that english is very important for everyone in the present especially in the future.

0 komentar:

Posting Komentar

 

My blog,, Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos